Speak Out: Cara mengentaskan kemiskinan di Indonesia part 2

10:57 PM

Haiii, lanjut lagi ya tentang cara mengentaskan kemiskinan di Indonesia :)

2. Berantas korupsi
Hehehe kedengarannya klise banget ya, tapi buatku, memberantas korupsi tetep aja penting untuk memberantas kemiskinan. Pertama kali menyadari hal ini pas SMP, mata pelajaran PPKN, sewaktu guru lagi menjelaskan tentang fungsi pajak. Aku masih inget banget kalau salah satu fungsi pajak itu untuk memeratakan pendapatan. Gunanya untuk bikin jembatan, jalan, bikin lampu jalan, telepon umum, trotoar dsb. Selain itu, juga untuk mendanai pondok sosial, Jamkesmas, BOS, dan orang - orang homeless yang ada di jalan - jalan. Yaa, segala hal yang berhubungan dengan kepentingan bersama masyarakat lha. Sekarang kalian nangkep ga apa hubungannya? Hmmm, supaya nggak klise, aku buatin sebuah cerita.

Korupsi >,<

Karena korupsi, uang negara gak cukup untuk bikin jembatan. Jadinya, hutang deh sama negara lain. Akhirnya hutang negara jadi menumpuk >.<
Selain itu, kalaupun dananya sudah ada, karena ada korupsi saat proses pembuatan jembatan, kualitasnya dikurangi. Akhirnya jembatan roboh, kayak cerita jembatan Kertanegara.
Karena jembatannya roboh, maka perlu uang untuk ngangkat puing - puing pakai balon dan bikin jembatan lagi. Uangnya? Utang lagi. Tambah miskin.

Terus, berita tentang jembatan roboh jadi berita internasional deh. Para investor asing jadi malas taruh uang di Indonesia karena infrastrukturnya jelek. Mereka lari ke vietnam dan bangun usaha disana. Gross domestic product yang seharusnya tambah meningkat, tetap stagnan. Pengangguran kehilangan lapangan pekerjaan. Tambah miskin.
Ketika pengangguran ini mencoba bikin usaha sendiri ( industri kecil dan menengah), mereka butuh modal. Dana bantuan untuk mereka dikorupsi  dan orang - orang ini kekurangan modal. Tetap miskin. Nah, dengan modal pas - pasan mereka tetap bersikeras bikin usaha sendiri. Maka pergilah mereka untuk mengurus surat ijin usaha. Astaganagaaa.. Sungguh berbelit - belit, kalau mau cepat maka harus kasih uang pelicin dulu. Akhirnya uang habis dan ijin belum keluar. Tambah miskin.

Karena miskin sekali >.<, mereka hanya bisa buka di pinggiran jalan dan jadi pedagang kaki lima. Suatu hari Satpol PP datang dan mengusir mereka layaknya anjing kudisan. Ada yang dipukuli, dimaki - maki, dan dihancurkan kedainya. Sebenarnya petugas ini bisa jadi baik kok, asal dikasi uang. Sayangnya orang - orang ini ga punya uang, jadinya mereka harus pasrah diperlakukan seperti binatang.

Akhirnya orang - orang ini jadi pengangguran lagi. Tambah miskin, putus asa, plus sakit hati luar biasa. Sakit ini semakin berdarah - darah ketika mereka melihat Gayus Tambunan dan para koruptor lain di TV. Rumah mewah, tas pocket penuh dengan uang dollar, naik haji setiap tahun, dan hidup bagaikan raja. Aaaa.. Perih!

Akhirnya orang - orang ini ramai - ramai berdemo di depan DPR. Mereka marah sekali! Mereka jadi garang dan berkelahi dengan polisi. Polisi melempar gas air mata dan menembak kaki pendemo. Aaaa.. bertambah lagi satu, sakit tubuh karena luka tembak!

Keluarga mereka menangis keras - keras. Uang tidak punya, kini anggota keluarga mereka terluka. Akhirnya, berbekal JAMKESMAS, pergilah mereka ke rumah sakit. Ternyata, di rumah sakit, mereka tidak boleh masuk karena pihak rumah sakit tidak lagi terima JAMKESMAS. Sudah berbulan - bulan dana JAMKESMAS tak turun lagi. 

Keluarga ini berdoa dan duduk di trotoar depan rumah sakit. Jalanan berdebu. Orang lalu lalang, namun tak sedikitpun bertindak dan menolong mereka. Mereka juga sibuk, harus menyelamatkan diri sendiri di negeri yang curang ini. Seminggu telah berlalu, kaki dengan bekas luka tembak itu telah menjadi biru. Bau, dengan ulat - ulat di dalamnya. Keluarga ini mulai kebingungan. Mereka bertanya - tanya pada orang. " Kalau kakinya sudah kayak begini, apa yang akan terjadi sama bapak?" Orang itu menjawab, " Kakinya harus diamputasi supaya tidak menjalar ke bagian lain.Cepet diamputasi lho, bu, kalau tidak bisa bahaya" 

Ketika orang yang tertembak itu mendengar hal ini, menangislah ia. Sudah miskin, tambah miskin, putus asa, sakit hati, dendam, dan kini ia tahu kalau ia akan cacat. Seluruh keluarga juga menangis bersamanya. Si anak dengan gelap mata, mengambil parang, turun ke jalan dan merampok sepeda motor. Seorang gadis kehilangan sepeda motor dan kehilangan tangannya karena dibacok.

Uang penjualan sepeda motor itu kemudian dipakai untuk mengamputasi kaki si bapak yang terkena luka tembak. Seluruh keluarga bangga sekali dengan si anak. Ia telah menyelamatkan hidup si Bapak. Akhirnya, Bapak itu akhirnya seumur hidup hanya bisa tidur di dipan. 

Suatu malam, polisi menggedor rumah keluarga itu. Anak itu ditangkap dengan tuduhan pencurian sepeda motor. Seluruh keluarga menangis, " Anak ku anak baik - baik! tidak mungkin ia mencuri! Ia rajin beribadah dan tak pernah berbohong. Jangan tangkap dia pak polisi!" Tapi anak itu akhirnya ditangkap karena bukti sudah kuat. Miskin. tambah miskin, putus asa, depresi, sakit hati, dendam, cacat, rusak akhlak, penjahat, kehilangan anak. 

Tuh kan, korupsi merusak berbagai hal. Ia sumber segala kemiskinan, ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah, ketidak percayaan masyarakat asing kepada Indonesia, bahkan kebobrokan masing - masing individu. Ketika seorang pelayan masyarakat melakukan korupsi uang negara, ia sedang memikirkan dirinya sendiri. Sedih ya, padahal indonesia dikenal punya budaya korupsi. Artinya, banyak orang yang menjabat di pemerintahan sedang memikirkan kepentingannya sendiri. Kalau kita masing - masing memikirkan diri sendiri terus menerus, pada hakekatnya kita bukan lagi sebuah negara. Karena negara didirikan untuk mencapai kemakmuran bersama dan kepentingan bersama. Kita hanya orang - orang yang sikut - sikutan mencari untung bagi diri sendiri di negeri yang curang ini.

Jadi, korupsi harus diberantas. Setuju?

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Flickr Images